Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta keterampilan masyarakat, khususnya anggota PKK, dalam mengelola sampah rumah tangga secara lebih produktif dan berkelanjutan. Dengan pendekatan ekonomi sirkular, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai guna dan ekonomi.
Dalam kegiatan tersebut, dosen Teknik Mesin berperan dalam memberikan inovasi teknologi sederhana untuk pengolahan sampah, seperti alat pencacah dan pengolah limbah organik. Sementara itu, dosen Agribisnis memberikan pendampingan terkait manajemen usaha, pengolahan produk turunan, serta strategi pemasaran hasil olahan sampah agar memiliki nilai jual.
Kegiatan ini disambut antusias oleh anggota PKK Desa Tambakan. Para peserta aktif mengikuti pelatihan, mulai dari pemilahan sampah, proses pengolahan, hingga pemanfaatan hasil akhir seperti kompos dan produk kerajinan dari limbah anorganik.
Ketua tim pengabdian menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam mengatasi permasalahan sampah di tingkat desa sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat. “Melalui model ekonomi sirkular, kami ingin mendorong masyarakat untuk mampu mandiri dan kreatif dalam mengelola potensi yang ada di lingkungan mereka,” ujarnya.
Selain pelatihan, tim pengabdian juga melakukan pendampingan berkelanjutan guna memastikan program dapat terus berjalan dan berkembang. Dengan adanya sinergi antara akademisi dan masyarakat, diharapkan Desa Tambakan dapat menjadi contoh desa yang berhasil menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
